Tragedi Leuwigajah Jadi Pengingat Keselamatan Warga TPA Burangkeng
RAKYAT NEWS, BEKASI – Aktivis Prabu Peduli Lingkungan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan menggelar doa bersama untuk para korban tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah serta doa keselamatan bagi warga di sekitar TPA Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Ketua Prabu Peduli Lingkungan, Carsa Hamdani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingat kembali tragedi longsor TPA Leuwigajah yang terjadi pada 2005 silam.
“Pada 21 tahun lalu tahun 2005 terjadi bencana longsor di TPA leuwigajah. Kalau menurut saya ini mah bukan bencana alam. Diduga bencana timbul akibat perbuatan manusia,” kata, Carsa.
Ia menuturkan, peristiwa longsor Leuwigajah kemudian menjadi momentum ditetapkannya Hari Sampah Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Carsa juga menilai bahwa keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada dasarnya merupakan hasil aktivitas manusia yang secara sadar menjadikan suatu wilayah sebagai lokasi penumpukan sampah.
“Tumpukan sampah hari ini, yang kita lihat adalah ciptaan manusia,” kata, Carsa sambil menunjuk bukit sampah TPA Burangkeng.
Dalam kesempatan tersebut, Prabu Peduli Lingkungan turut memanjatkan doa agar masyarakat di sekitar TPA Burangkeng senantiasa diberikan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Sambutan berikutnya disampaikan Sekretaris Desa Burangkeng, Ali Gunawan, yang mengapresiasi penyelenggaraan HPSN 2026 oleh Prabu Peduli Lingkungan.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menangani persoalan sampah di TPA Burangkeng.
“Tentunya, tidak akan berjalan kalau hanya dilakukan Prabu PL sendiri. Butuh peran semua pihak,” tuturnya.
Gunawan juga menyatakan optimisme bahwa kehadiran simpul Prabu Peduli Lingkungan di Kabupaten Bekasi dapat memperkuat gerakan dalam memberikan masukan dan solusi terkait persoalan persampahan.
Kegiatan HPSN 2026 di TPA Burangkeng dimulai pukul 16.40 WIB dan dihadiri oleh Sekretaris Desa Burangkeng, tokoh agama, Bimaspol, Babinsa, serta simpul-simpul aktivis Prabu Peduli Lingkungan.








Tinggalkan Balasan