Gus Sastro Tegaskan Tanah Eks Markas Latihan Laskar Hizbullah di Bekasi Tak Terbantahkan
KH Mutamam menyebut dirinya memiliki bukti sejarah lengkap, mulai dari kronologis geografis sejak era VOC, dokumentasi tertulis, hingga kesaksian para saksi sejarah yang telah dibukukan.
“Berdasarkan data dan bukti yang kami miliki, lahan di Sukadami ini memang pernah menjadi markas pelatihan militer Laskar Hizbullah,” ungkapnya.
Ia mencatat, sekitar 500 santri pernah mengikuti pelatihan militer di lokasi tersebut, dengan 14 kiai dari berbagai daerah bertindak sebagai komandan laskar. Mereka antara lain KH Mustofa Kamil (Banten), KH Marwadi (Solo), KH Zakarsih (Ponorogo), KH Mursyid (Pacitan), KH Syahid (Kediri), KH Zein Thoyib (Kediri), KH Abdullah Abbas (Cirebon), KH Abdul Halim (Majalengka), KH Thohir Dasuki (Surakarta), KH Rojiun (Jakarta), KH Munasir Ali (Mojokerto), KH Wahib Wahab (Jombang), KH Hasyim Latif (Surabaya), dan KH Zainudin (Besuki).
Menurutnya, para santri kala itu mendapatkan pelatihan militer dan kedisiplinan secara ketat di bawah instruktur tentara PETA, serta pembekalan spiritual oleh para kiai. Pelatihan tersebut resmi ditutup pada Mei 1945 melalui sambutan tertulis Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang dibacakan oleh Abdul Kahar Muzakir.
KH Mutamam juga mengungkapkan bahwa pada 2003, dirinya bersama orang tuanya sempat menemui KH Yusuf Hasyim di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, untuk membahas status tanah wakaf eks pusat latihan Laskar Hizbullah tersebut. Setahun kemudian, KH Yusuf Hasyim meninjau langsung lokasi di Sukadami dan membenarkan bahwa lahan tersebut memang merupakan eks markas latihan militer Laskar Hizbullah.
Peresmian Saung Saptawikrama Lesbumi NU Kabupaten Bekasi ini menjadi momentum penguatan kembali narasi sejarah perjuangan ulama dan santri, sekaligus penegasan pentingnya menjaga warisan sejarah bangsa. (Dirham)








Tinggalkan Balasan