Sementara itu, pada puncak perayaan Tahun Baru 1 Januari 2026, volume timbulan sampah dari berbagai titik keramaian, ruang publik, dan pusat aktivitas masyarakat tercatat sebesar 30 ton.

Sehingga, jika diakumulasikan, total sampah yang berhasil diamankan selama puncak perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 adalah sebanyak 5 ton.

Meski terjadi peningkatan, kondisi tersebut tetap dapat dikendalikan melalui optimalisasi sistem pengangkutan, penempatan armada di titik-titik strategis, serta monitoring dan evaluasi lapangan secara berkelanjutan guna mencegah penumpukan sampah.

DLH menilai capaian tersebut mencerminkan efektivitas pengendalian sampah yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan.

Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, petugas kebersihan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan dan perayaan akhir tahun.

Jika dilihat secara kumulatif dari seluruh UPTD di Kota Bekasi, tren pengelolaan sampah selama Nataru menunjukkan kecenderungan positif.

Hal ini menjadi indikator bahwa upaya edukasi kepada masyarakat, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah, serta penerapan regulasi yang konsisten mulai memberikan hasil nyata di lapangan.

Meski demikian, DLH Kota Bekasi tetap menyiapkan langkah-langkah antisipatif sejak dini. Selama periode Nataru, personel kebersihan, armada pengangkut sampah, serta sarana dan prasarana pendukung disiagakan untuk memastikan pelayanan persampahan berjalan optimal tanpa gangguan.

“Peningkatan timbulan sampah selama Nataru merupakan kondisi yang harus diantisipasi secara serius. Oleh karena itu, DLH Kota Bekasi menyiapkan pola pengangkutan yang lebih intensif, pengaturan shift petugas, serta optimalisasi armada agar tidak terjadi penumpukan sampah di lapangan,” ujar Kepala DLH Kota Bekasi.

Sebagai bagian dari langkah strategis, DLH meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, terutama pada hari libur nasional dan malam pergantian tahun.

YouTube player