Sakral dan Penuh Makna, Ritual Ketjeran TTKKBI Bekasi Sambut Ramadan
RAKYAT NEWS, BEKASI – Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten-Indonesia (TTKKBI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) II Kota Bekasi menutup sementara kegiatan latihan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah melalui tradisi “Ritual Ketjeran”.
Tradisi Ketjeran TTKKBI merupakan prosesi penetesan air khusus ke mata, hidung, dan mulut anggota perguruan TTKKBI. Air tersebut sebelumnya telah didoakan oleh para sesepuh perguruan. Setelah prosesi penetesan air suci, para anggota mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada pukul 21.30 WIB, acara sakral TTKKBI dimulai dengan dihadiri para sesepuh serta diikuti sekitar 25 pendekar dan pesilat dalam prosesi spiritual tersebut. Adapun susunan acara meliputi tawasulan, Ta’leq Cimande, prosesi Ketjeran, dan ditutup dengan makan bersama.
Dalam sambutannya, Ketua TTKKBI Wilayah II Kota Bekasi, Brian May, mengapresiasi dedikasi seluruh pengurus TTKKBI di Kota Bekasi.
“Semoga dedikasi yang sudah dijalankan tidak ada sia-sia, nawaitu (Niat) kita adalah melestarikan budaya. Tentunya, leluhur-leluhur terdahulu, orang tua kita menciptakan atau melahirkan budaya ini memiliki banyak berbagai harapan ke depan dengan menjadikan wadah silahturahmi antar perguruan yang ada,” ucapnya.
Brian menilai bahwa melestarikan budaya merupakan bentuk jati diri dalam menghargai para pendahulu.
“Saya yakin para pendiri khususon Abah Khoir, akan bangga melihat kita sampai saat ini setia melesatarikan Cimande,” ujar dia.
Pada kesempatan tersebut, menjelang memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, pengurus TTKKBI Wilayah II Kota Bekasi juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini terdapat perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan di hati.








Tinggalkan Balasan