RAKYAT NEWS, BEKASI – Jelang Hari Raya Idul Fitri 2025, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Arteri Pantura Kabupaten Bekasi mulai meningkat.

Arus lalu lintas saat ini didominasi oleh kendaraan pemudik baik roda dua maupun roda empat yang berasal dari Kota Bekasi.

Selain itu, truk-truk besar juga terlihat masih banyak melintas di jalur mudik arteri Pantura Bekasi. Hal ini menimbulkan keluhan dari para pemudik terutama pengendara sepeda motor, karena dianggap membahayakan dan menyebabkan kemacetan.

Dian (26), seorang pemudik yang menuju Wonosobo, Jawa Tengah, menyatakan keprihatinannya terhadap keberadaan truk yang besar karena dianggap berbahaya bagi pengendara sepeda motor dan menyebabkan kemacetan di jalan.

“Kalau truk-truk yang gede-gede itu kan, sudah gak boleh jalan ya om ya katanya sudah diberhentikan ya, bahaya buat pemotor kalau bisa di stop dulu lah, tadi masih ketemu banyak yang gedelah dijalan,” kata Dian (26) salah satu pemudik tujuan Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (27/3/2025).

“Kalau macet mah udah pasti ya om, namanya mudik pasti macet, truk-truk juga penyebab macet soalnya kan dia jalannya pelan lambat gitulah, mau duluin aja kan agak susah,” lanjutnya.

Suwadi (56), pemudik lainnya, juga merasakan kesibukan lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan di arteri Pantura. Ia menyoroti masih adanya truk besar yang melintas di jalur tersebut.

“Ramai lancar, mau ke Pekalongan dari Bekasi, oya kontainer masih ada tadi, sebenarnya sih membahayakan tapi masing-masing membawa diri aja sih ya, bisa bawa diri di jalan, kemacetan juga dikit menghambat juga memang karena truk-truk ini,” ungkapnya.

Suwadi berharap bahwa saat arus mudik mencapai puncaknya, truk besar dapat dihentikan sementara untuk memberi kelancaran pada masa mudik.

YouTube player